468x60 Ads

Di temani hantu waktu siaran

1317556359804531611
Sumber gambar: thesilverlite.blogspot.com
“Pagi yang cukup cerah, pendengar radio Olala FM (bukan nama sebenarnya)”, Tisa (bukan nama sebenarnya) menyapa pendengarnya.
“Disini, Tisa akan menemani kalian sampai pukul sepuluh pagi nanti”.
“Lagu pertama pada pagi ini Selamat Pagi dari RAN, selamat mendengarkan”, kata Tisa sambil menghela nafas.
“Siiip”, puji Sano (bukan nama sebenarnya), sang produser. Tisa hanya tersenyum.
Setelah lagu RAN selesai diperdengarkan, Tisa memulai lagi siarannya. Dengan suara yang cukup merdu, Tisa memandu siaran hingga pukul sepuluh pagi.

“Akhirnya selesai juga”.
“Lega rasanya, bisa pulang dan tidur nyenyak nanti malam”, gumam Tisa.
“Maaf, Tisa”.
“Nanti dini hari, kamu siaran ya”, kata Sano mengkagetkan Tisa.
“Lho, bukannya Bono (bukan nama sebenarnya) yang siaran”, sahut Tisa.
“Tadi Bono baru saja telepon, katanya sakit jadi tidak bisa siaran”.
“Tolong ya, kamu gantikan dia siaran karena semua penyiar tidak ada yang mau”, bujuk Sano dengan wajah memelas.
“Tapi nanti malam kan Jum’at Kliwon”, celethuk Tisa.
“Tidak apa-apa, anggap saja seperti hari biasanya”, sahut Sano. Tisa hanya mengangguk pelan.
Pukul sebelas malam, Tisa kembali di kantor radio Olala untuk bersiap siaran lagi. Keadaan kantor sudah sepi. Tinggal Tosa (bukan nama sebenarnya) seorang penyiar lain, Sano dan seorang satpam. Tepat pukul duabelas malam, Tisa menggantikan Tosa siaran. Setengah jam sudah Tisa siaran dan tidak terjadi apa-apa.
Tapi ketika mendekati akhir siaran yakni pukul dua pagi, Tisa merasakan bulu kuduknya meriding. Tisa lantas menengok ke belakang, dilihatnya sesosok hantu kuntilanak berdiri di pojok ruangan. Tak kuat melihat pemandangan itu, Tisa pun jatuh pingsan. Sano yang mengetahui Tisa jatuh pingsan segera menolongnya dan menutup siaran. Setelah siuman, Tisa menceritakan kejadian yang dilihatnya. Sano bergegas menghubungi sahabatnya yang seorang Kyai. Dengan bantuan sang Kyai, suasana ruang siaran menjadi kondusif lagi sehingga Tisa maupun penyiar lain tidak perlu takut siaran kembali.
Salam Fiksiana.

0 komentar: