Suasana rumah baru yang baru saja aku tinggali saat ini amat sangat menyenangkan.betapa tidak,karena tepat di samping kiri jendela kamarku,terdapat sebuah kolam renang yang sejak dulu aku idam-idamkan.dan masih banyak lagi hal yang sangat menarik hatiku yang dapat ku ceritakan satu persatu.
Namun satuhal yang mengganjal dalam benak,mengapa pemilik rumah yang sebelumnya dengan sangat senang ia menjual rumah yang megah ini dengan harga murah kepada orang tuaku?padahal jika dihitung-hitung rugi rasanya ia menjualnya dengan harga separuh.tapi,bukan itu yang aku temukan dari wajah pak egy ketika ia menjual rumah ini kepada ayahku.malahan ia tersenyum manis seraya mengatakan''selamat menempati''.apa gerangan yang membuat pak egy menjual rumah nan indah itu degan keuntungan yang sangat kecil?
Aku pun meninggalkan tempat ku berdiri merenungi tentang kebodohan pak egy.aku lalu masuk menuju kelantai atas dan menuju kamar yang paling sudut yaitu kamarku.Ketika aku masih asyik memikirkan hal yang sejak tadi mengganjal hatiku.tiba-tiba pintu kamarku di ketuk oleh seseorang.
"di,aldi.ada telpon untuk kamu,"kata org tersebut.aku lalu membuka pintu dan ternyata ferli,kakakku.ia memberikan telpon kepadaku.
"telpon dari siapa?"tanyaku ketika ia memberikan telpon.
"dari rivan,katanya mau ngomong ama kamu."Rivan adalah sahabat akrabku sejak smp dan sekarang ia berada di australia karena kedua org tuanya berada disana.
"hei van,kok udh lama ga nelpon?"
"aku sibuk di,kerjaan ku banyak.kadang harus lembur,ini pun karena bos belum datang makanya aku berani."
"wah kamu udah jadi orang sukses ya?"
"ah kamu di,dari dulu senengnya ngeledekin temen mulu.eh di,aku dengar katanya kamu pindah rumah lagi?"
"o...,ya van.ayahku selalu ingin ada suasana baru.makanya kita pindah-pindah mulu."
"eh di,udah dulu ya!soalnya bos aku udah datang tu,kapan-kapan aku telpon lagi."
"iya....,aku ngerti kok!"
"bye aldi,semoga bahagia di rumah barunya."
"bye....."ucapku sambilku mengembalikan telpon di tempat semula.
"mang ujang,siapa sih cewek yang duduk di kursi situ tadi?"tanyaku sambil menunjuk kursi yang di duduk ki oleh orang tadi.
Mang ujang pun mengalihkan pandanganya ketempat yang kutunjuk.
"gak ada mas aldi,kan dari tadi mang ujang di sini nyiramin bunga."
"tapi tadi aku ngeliat ada orang duduk disini,rambutnya panjang."
"ah mas aldi ada-ada aja.mang ujang dari tadi di sini gak ngeliat siapa-siapa toh mas?"
Aku masih terus berusaha mengusik mang ujang supaya ia mau mengatakan siapa sebenarnya perempuan yang ku lihat barusan.tapi ia tetap bersikeras bahwa tidak ada siapa-siapa disitu selain dia dan para bunga-bunga itu.karena masih penasaran,aku lalu memutusan untuk mencarinya sendiri ke setiap sudut yang mungkin bisa di gunakan seseorang untuk bersembunyi.
Namun yang ku dapat hanyalah kekecewaan,karena aku tidak menemukan siapapun.dengan rasa kesal,kutinggalkan mang ujang sendirian.tapi dalam hati aku bertekad untuk mencari tahu siapa sebenarnya perempuan itu.apakah pacarnya mang ujang atau setankah?ah,…gak mungkin bagiku karrna ga ada setan di siang bolong.itulah pikirku.baru beberapa langkah aku meninggalkn mang ujang,tiba-tiba saja aku mendengar suara teriakan dari dalam rumah.aku berlari menuju ketempat di mana suara itu berasal,yaitu di wc lantai bawah.
Ketika aku tiba disana,ternyata orang tuaku sudah lebih dulu berada di sana.aku lalu menanyakan apa gerangan yang terjadi.
"ada apa pa?"tanyaku sambil mencoba menenangkan nafasku yang masih ngos-ngosan.
"kakakmu ferli,tangannya berdarah kena pecahan kaca itu."
"gak apa-apa?sekarang ferlinya di mana?"
"tu di kamarnya ama mama,"kata ayahku sambil menunjuk ke kekamar ferli.
Aku lalu menuju kamar yang di maksud ayahku.disana sudah ada ibuku dan mbok ati.
"gimana ma kak ferli,ga apa-apa?"
"ga,dia cuma pingsan karna liat darah.bentar lagi juga udah sadar."
"tapi tanganya ga apa-apa kan ma?"
"gak cuma luka kecil,"kata ibuku sambil ia mengankat telapak tangan ferli yang di balut perban.merasa keadaan sudah aman,aku kembali lagi memikirkan siapa gerangan perempuan yang ku lihat tadi sambil aku menuju wc yang juga sekaligus kamar mandi yang baru saja di gunakan oleh ferli tadi.
Ketika aku selesai mencuci tanganku,kejadian aneh terjadi lagi di depan mataku.sisa-sisa tetesan darah dari tangan ferli yang menempel di kaca tadi meresap masuk ke dalam kaca.aku terdiam dantak mampu berkata-kata.
Kejadian aneh itu ternyata tidak hanya pada kaca itu saja.ketika aku akan membuka pintu wc,aku merasa ada yang menabrakku dan saat itu juga ruangan itu berubah menjadi harum oleh wewangian bunga pandan.merasa ada yang aneh,aku lalu meninggalkan tempat itu dan menuju kamar ferli.ternyata ia sudah sadar,orang tuaku mencoba menanyakan apa gerangan hal yang terjadi sehingga bisa seperti itu.namun kejadian aneh terjadi lagi,ferli yang tadinya anak yang paling ceria di rumah ini kini berubah seratus delapan puluh derjad,ia menjadi pendiam dan tidak banyak bicara.yang lebih mengherankn,ia tidak berani untuk masuk ke wc itu lagi,ia lebih memilih wc yang di lantai atas dekat kamarku.padahal itu sangat jauh dari kamarnya.
Melihat keanehan yang terjadi pada ferli itu,ibuku mencoba membujuknya untuk mengatakan apa sebenarnya yang sedang terjadi.
"fer ada apa sih sama kamu?"
"gak ada apa-apa kok ma,ferli baik-baik aja."
"kok kamu jadi pendiam gini sih,mana ferli yang mama kenal dulu???."
Ferli tak menjawab ia lebih memilih diam tak mangatakan sepatah kata pun.melihat kejadian itu,aku lalu memvonis bahwa rumah kami yang baru ini ternyata ada hantunya.namun semua itu masih prediksiku.mungkin itu sebabnya pak dery dengan senang menjual rumah ini dengan murah kepada ayahku.oleh sebab itu semua kejadian yang baru saja aku alami,masih tetap ku rahasiakan.karena bisa saja itu semua hanyalah halusinasiku.ketika aku masih bingung memikirkan semua itu tiba-tiba terdengar suara ibu memanggilku.
"di,rio mana.kok dari tadi gak kelihatan?"tanya ibu padaku.
"gak tahu!"jawabku.
"gimana sih kamu ini?ade' sendiri gak tahu!"
ibu lalu pergi meninggalkan aku.ia lalu berteriak memanggil mang ujang dan mbok ati.
"mang,,,,mang ujang liat rio gak?"
"gak bu,soalnya mang ujang habis dari taman belakang,langsung beres-beres di depan."
"kalau si mbok ada liat gak?"
"kalau gak salah sih nyonya,den rio tadi main di dekat gudang di belakang itu,"jawab si mbok.
"sekarang rionya kemana mbok?"
"kurang tahu nyonya,soalnya habis si mbok ngeliat den rio disitu,si mbok langsung ke kamarnya non ferli."
"kemana sih ni anak?padahal udah jam lima sore,bentar lagi malam.tapi kok belum pulang-pulang."
mendengar perkataan ibu seperti itu,aku baru sadar bahwa mbok ati tadi mengatakan bahwa rio bermain di dekat gudang tempat aku melihat orang misterius tadi.tanpa pikir panjang aku langsung membantu ibu mencari rio.tapi sudah lebih dari tiga jam kami mencarinya namun orang yang dicari tak kunjung datang.
Malam pun tiba,namun rio tak kunjung pulang.orang tuaku pun semangkin cemas,mereka mencoba meminta bantuan dari polisi namun karena beum dalam waktu 24 jam.mereka tidak bisa membantu.ayahku ku pasrah dan berdoa semoga adik ku rio baik-baik saja.dan malam kian larut,kami memutusan untuk segera tidur meski rasa cemas masih menyelimuti.
Merasa tidak ada apa-apa,aku lalu pergi,tapi sebelumnya aku masuk ke wc yang tadi siang aku mengalami kejadian-kejadian aneh.ketika aku baru saja membuka pintu wc itu,aku terpekik melihat keadaan rio yang bersimbah darah dengan isi perut keluar semua.
Mendengar suara teriakanku,semua orang rumah berlari menuju ke arahku.melihat apa yang terjadi,ibuku pingsan dan ayahku tak dapat berkata apa-apa setelah menyaksikan apa yang telah menimpa rio.
Masih sibuk memikirkn apa gerangan yang sebenarnya terjadi dalam rumah ini.tiba-tiba,aku di kejutkaan oleh suara jendela kamarku yang terbuka sendiri dan menghempas ke dinding.aku mulai berpikir,jangan-jangan akan terjadi hal buruk lagi.aku dengan segera bangun dan menutup jendela itu.tapi…..,lagi-lagi aku melihat ada seseorang perempuan yang sedang duduk di bangku taman dan kali ini ia di temani seseorang yang sepertinya aku kenal.tapi aku tidak bias melihat wajahnya dengan jelas karena terhalang oleh bunga-bunga di taman itu.aku segera berlari menuruni tangga dan menuju pintu belakang.begitu aku membuka pintu,aku tidak menemukan siapa-siapa.aku mencoba mendekati bangkuy yang tadi di duduki oleh orang aneh itu,dan aku menemukan sesuatu yang terbengkus dalam sebuah kantong plastic hitam.karena rasa penasaran yang begitu tinggi aku dengan segera membuka kantong itu.
Betepa terkejutnya aku begitu melihat isi dari kantong itu.ternyata isisnya adalah semua organ tubuh manusia yang masih meneteskan darah,dan yang lebih membuatku terkejut di dalamnya terdapat kepala seseorang sangat jelas aku kenal yaitu ferli,kakaku satu-satunya.begitu aku melihat hal itu aku lari ke dalam rumah sembari berteriak memanggil-manggil nama ferli.mungkin karena suaraku itu pula lah seluruh penghuni bangun begitu juga dengan ferli.
“kamu kenapa sih di???malam gini kok teriak-teriak????”Tanya ayahku yang sepertinya sedikit kesal karena mungkin tidurnya terganggu olehku.
“eeeeee……,anu pa….,ma……,!”
“anu kenapa????”Tanya ayahku.
“eeeeee….,ferli pa……,ferli……”
“emang ferli kenapa?????”
Tiba-tiba orang yang di bicarakan muncul dari dalam kamarnya.dengan mata masih ingin terpejam,ia berusaha ikut bergabung dengan kami semua di situ.
“tu ferli,ada apa sama ferli?????”
“eeeeee…..,ga ada apa-apa pa.”
“trus kenapa tadi pake acara teriak-teriak?????”
“ga pa mungkin tadi aku lagi ngigo kali,”kilahku karena mustahil rasanya aku mengataka apa yang tadi aku lihat karena jelas-jelas orang yang di maksud sehat walafiat dan ikut bergabung pula di situ.
“huuuuuuufffff,kamu ni bikin heboh aja.makanya kalau udah waktunya tidur tu langsung tidur jangan pake acara begadang segala jadinya kayak ginikan????”gerutu ayah.
“iya pa…..,kalau gitu aldi mau kekamar duluan.”
“ingat……….,langsung tidur.”
Aku hanya membalas dengan anggukan.dengan langkah santai kembali aku memijakan kaki di tanngga menuju kamarku.
(***)
Baru beberapa menit saja rasanya aku terlelap tapi sengatan sinar matahari yang menelusup masuk melalui celah-celah tirai kamarku membuktikan kalau waktu sudah tidak berada di jam tengah malam lagi.dengan berat rasa aku mencoba bangkit dari kasurku dan mencoba melihat jam yang ada di sebelah kanan tempat tidur satu meja dengan lampu tidur.dengan sedikit memicingkan mata aku melihat waktu menunjukan setengah delapan pagi.
Waowwwww,ternyata pagi ini aku bangun jauh dari jam biasa aku bangun.menyadari hal itu aku dengan segera berlari ke ruang makan untuk sarapan bareng tapi ternyata aku terlambat karena semua sudah selesai.
“eh……,den rio.tumben bangun bangunya kesiangan????”sapa si mbok.
Aku hanya manjawabnya denga senyuman karena semua tahu aku jarang bangun terlambat dan sepertinya hari ini hal itu tidak berlaku.
“papa mana mbok???”tanyaku.
“lagi di kamar den siap-siap mau ke kantor.”
“kalau ferli mana????”
“tu lagi mandi,”tunjuk si mbok dengan mulutnya karena tanganya masih sibuk menyiapkan sarapan favoritku nasi goring.
Hahhhhhh,feerli mandi di kamar mandi yang sudah beberapa hari ini dia ga mau pake????tanya ku dalam hati.sedikit ga percaya tapi guyuran air yang tumpah dari kamar mandi itu membuktikan jika di dalam tengah ada seseorang yang sedang mandi.
Aku masih saja di sibukkan dengan keheranan yang baru saja aku lihat tapi saat itu juga aku melihat seseorang perempuan yang muncul waktu itu.kali ini ia dengan sigapnya masuk begitu saja ke kamar mandi yang tengah di gunakan oleh ferli.dan anehnya dia bias masuk tanpa harus menunggu pintu di buka terlebih dahulu.Menyaksikan hal itu aku seperti kerasukan karena aku tidak dapat bergerak dan berkata sepatah kata pun.
Beberapa menit setelah kejadian yang sepertinya hanya aku yang menyaksikanya itu,lagi-lagi ke anehan terjadi.dari bawah pintu kamar mandi itu mengalir dengan tenangnya darah segar.dan karena hal itu pala lah aku aku akhirnya bisa mengeluarkan suara setelah beberapa menit terdiam.
Mungkin karena suara teriakan dariku iut pula seluruh anggota rumah itu hadir di mana saat ini aku sedang berada.dan tak perlu penjelasan sepertinya mereka sudah mengerti mengapa aku melakukan hal itu.dengan rasa ragu-ragu dan cemas ayah dan mang ujang mencoba membuka pintu kamar mandi itu.dan begitu terbuka……,ternya orang yang berada di dalamnya sudah tak bernyawa lagi karena kondisinya kini mirip seperti apa yang aku saksikan tadi malam.tanpa kepala dan organ dalam tubuh.
(***)
Hari ini adalah hari ketujuh setelah kematian rio dan hari pertama setelah ferli di makamkan.dan malam ini juga bertepatan dengan malam jumat kliwon yang menurut orang-orang adalah malamnya para hantu.tapi bukan itu yang aku pikirkan,aku malah sibuk memikirkan apa sebenarnya yang tengah menimpa rio danjuga ferli?
Masih asyik dengan pikiran yang tegang dan sedikit membuat ngeri,tok….,tok……,tok…..,pintu kamarku di ketuk.aku dengan segeranya membuka karena mungkin saja ayah atau ibuku.namun begitu aku membuka pintu aku tak mendapati siapa pun dari balik pintu.melihat hal itu aku kembali menutp pintu kamarku.tapi belum juga aku selesai mengatupkan pintu itu dengan sebenar-benarnya,kembali ketukan berbunyi lagi. Aku sedikit kesal di buatnya dan dengan sedikit amarah aku membuka pintu kamarku.
Ohhhhhhhh……….,myyyyyyyyyy………,godddddddd…….,ternyata yang berada di balik pintu bukanlah ayah atau ibuku melainkan arwah pencabut nyawa yang lengkap dengan pisau sabitnya yang bergagang panjang itu.aku lalu menutup pintu kamaraku dan mencoba mencari tempat untuk bersembunyi di dalam kamarku karena aku tak mau bernasip sama dengan kedua saudaraku.dan pilihanku jatuh pada lemari bajuku.tapi dari balik pintu lemari itu aku melihat kalau setan itu sudah berada di dalam kamarku,entahnya bagaimana ia masuk karena jelas-jelas pintunya tadi aku kunci.dan sekarang dia menuju kea rah di mana aku tengah berada.
Dan akhirnya aku tak dapat mengelak lagi dari dia karena dia telah meyeretku dengan kaki terikat.aku pun berteriak-teriak berharap orang rumah mendengarku.tapi tiba-tiba……………………….
“diiii……..,,bangun di udah siang ni……,entar kamu telat lagi.”kata orang itu.
Aku lalu membuka mata dan ternyata aku hanya bermimpi.aku pun menayakan sudah berapa lama aku tertidur kepada orang yang membangunkanku yaitu ibuku.ia bilang dari sore waktu pindah tadi.aku lalu menanyakan ke beradaan rio dan ferli,ibuku pun mengatakan kalau yang lain lagi kumpul di ruangan tengah.
0 komentar:
Posting Komentar